Friday, January 11, 2013

Coba-coba Food Combining

http://www.alderbrooke.com/images/food-combining-chart-front.jpg  
Sumber: http://www.alderbrooke.com/chart.php

Iseng-iseng buka forum FemaleDaily, tiba-tiba saya menemukan sebuah thread  mengenai diet food combining. Karena aturannya cukup ringan, saya pun memberanikan diri untuk mengaplikasikannya pada hari Kamis (10/1). Mengingat hari itu saya tidak ada nafsu buat ngelayap sama teman-teman, seharusnya food combining saya berhasil ya. Tapi kenyataan yang terjadi malah sebaliknya, food combining saya hari pada hari pertama itu gagal total gara-gara saya langsung songong beli makanan tanpa meluangkan waktu untuk membaca thread-nya kembali, ngecek bener enggaknya jenis makanan yang saya beli *nangis darah*

Berikut rangkuman kesalahan yang saya perbuat di hari pertama... (banyak banget):

Kesalahan 1: Lemon, Bukan Jeruk Nipis. 1 Buah, bukan 1 Irisan

Dengan penuh semangat, setelah sholat Subuh saya langsung merebus air di rice cooker (maklum anak kosan, miskin dispenser dan termos) dan meres seiris jeruk nipis. Setelah air di rice cooker mendidih, langsung saya tuang air itu ke segelas air yang sudah terisi separuh dengan air dingin (biar jadi air anget maksudnya) plus perasan jeruk nipis. Rasanya.... wuih, asem tak terkira! Padahal saya cuma meres seiris aja, gimana kalau 1 buah langsung? Ternyata oh ternyata, yang bener malah 1 buah dear pembaca. Dan buah yang diperes harusnya lemon, bukan jeruk nipis. Ada sih praktisi baru yang pakai jeruk nipis, tapi ujung-ujungnya habis minum itu dia malah sakit perut. Saya juga sempet menyamakan, apalagi saat itu di kulkas adanya jeruk nipis saja. Untungnya saya tidak mengalaminya, mungkin karena saya juga tidak punya maag. Dan saya cuma meres seiris, bukan satu buah...

Poin Penting:
Meski sama-sama asam, jangan sekali-sekali menyamakan lemon dengan jeruk nipis, apalagi kalau menyangkut urusan diet. Bisa berabe dan malah bikin sakit. Kenapa? Karena meskipun lemon rasanya asam, sifatnya justru basa sehingga aman dikonsumsi perut bahkan dalam keadaan perut kosong (menetralkan asam lambung malah). Berbeda dengan jeruk nipis yang memang sifatnya asam.

P.S. Sore ini saya baru beli lemon di Farmer's Market Epiwalk. Harganya ga bersahabat buat mahasiswa, 5 biji 0.6 kg total harganya 49ribu. Bandingkan dengan jeruk nipis yang 1 kg harganya 20ribu. Mau sehat memang butuh modal ya. -_-"

Kesalahan 2: Harusnya Porsi Karbo = Porsi Protein Nabati = Porsi Sayuran
Kalap karena belum terbiasa dan perut juga sudah berbunyi, saya langsung ngeluyur keluar kos untuk beli sayur rebus di tempat pecel dan nasi uduk sekitar jam setengah tujuh pagi. Karena karbo seperti nasi uduk itu harusnya dibarengin sama protein nabati plus sayur, saya pun cuma pesen menu sampingan orek sama tahu semur. Eh Bapak penjualnya malah ngasih tambahan bakwan -_-" Saya juga ujung-ujungnya beli menu sampingan bihun gara-gara liat di bihunnya ada banyak potongan wortel plus sawi.

Kembali, karena males buka thread, saya pun langsung melahap makanan yang saya beli itu pada saat jarum jam masih menunjukkan jam 9 pagi. Dan ini jelas salah kaprah, karena aturan food combining bilang kalau makan makanan berat seperti itu harusnya saat jam 12 siang ke atas. :'(

Yang lebih nyesek, aturan food combining juga bilang kalau porsi karbo itu harusnya seimbang dengan porsi protein nabati dan sayuran. Di sini saya salah jauh lebih kaprah lagi, udah makan nasinya sampai separuh porsi, tahu sama orek cuma seiprit, sayurnya juga ga sampai setengah porsi dari nasi yang saya konsumsi. Terus juga bakwan sebenarnya masuk ke golongan karbo karena lebih banyak mengandung tepung daripada irisan sayuran. Bihun juga begitu, olahan dari tepung yang mengandung banyak karbo. Karena segolongan dengan nasi, sama-sama karbo, seharusnya bakwan dan bihunnya tidak ikut dikonsumsi, pilih salah satu saja. Bakwan ya bakwan saja. Nasi ya nasi saja. Bihun ya bihun saja. Jangan ketiga-tiganya, jadi kebanyakan karbo.

Kesalahan 3: Jangan Minum Susu, Apalagi Bukan yang Low Fat

Dari kecil saya suka sekali minum susu. Mama mengklaim bahwa saat saya masih balita, saya sanggup menghabiskan 8 kaleng besar susu dalam sebulan... Dan saya maunya cuma konsumsi susu yang harganya rada mahal saat itu, Sustagen (dasar anak ga tahu diri). Kesukaan saya ini terbawa sampai sekarang, dimana tiap kali saya punya uang makan lebih dan ingin minum minuman dingin saya pasti langsung pergi ke warung terdekat dan beli susu kotakan yang didinginkan di kulkas. Susu favorit saya adalah UltraMilk Strawberry, dan susu itulah yang saya beli serta konsumsi pada Kamis sore saat saya mulai merasa lapar.

Dan ternyata... Setelah buka-buka thread lagi... food combining itu ga mengenal susu ya. Atau dengan kata lain, kalau sedang diet food combining, mending hindari minum susu. Selain kalorinya tinggi (susu yang saya minum kan bukan susu low fat), jam minumnya pun susah mengaturnya.
 
Poin Penting:
Daripada susu, kalau mau sekalian diet mending konsumsi yoghurt plain di pagi hari sekitar sejam setelah mengonsumsi sarapan buah.

Sekilas kalau menyimak kesalahan yang saya di atas, diet food combining terasa menyiksa ya. Tapi sebenernya enggak, karena di food combining kita malah masih bisa makan sate atau steak asal pintar mengatur menu padanan dan jam makannya. Berikut aturan dasar diet food combining yang saya caplok dari FemaleDaily:

Bangun pagi: Minum segelas air hangat yang dicampur perasan lemon satu buah.
04.00 - 12.00: Sarapan dengan buah, disarankan buah yang berair seperti melon, buah naga, atau semangka. Konsumsi jenis buah yang berbeda tidak boleh dilakukan berbarengan, harus bertahap. Beri jeda sekitar satu jam dalam menyantap tiap jenis buah. Contoh: mau konsumsi melon dan semangka saat sarapan, maka konsumsi melon pada jam seperti jam 8, beri jeda sejam, lalu lahap semangka pada jam 9. Urutan konsumsinya bisa ditukar karena toh melon dan semangka sama-sama masuk kategori buah berair.
12.00 - 20.00: Makan siang dan makan malam, kombinasinya yang serasi adalah:
Karbo (nasi, mi, kentang, jagung, lontong, dll -- pilih salah satu) + Protein Nabati (tahu, tempe) + Sayur (sayur mentah, sayur rebus, sop, tumis sayur, dll)
atau
Protein Hewani (daging, ayam, telur -- pilih salah satu) + Sayur (sayur mentah, sayur rebus, sop, tumis sayur, dll)
Beri jarak 4 jam antara jam konsumsi karbo dengan jam konsumsi protein hewani.
20.00 - 04.00: Stop makan apapun.
Perbanyak minum air putih.
Tidak disarankan mencampur sayur dengan buah.
Tomat dan alpukat termasuk sayur, bukan buah.
Hindari ngemil.

Ini nih yang Seru:
Dalam penerapan diet food combining, ada istilah cheating days, yaitu hari di mana kita boleh bebas makan apa saja asal tidak berlebihan. Durasinya sekitar 2 hari dalam seminggu, selepas itu untuk menjaga berat badan kita harus kembali melakukan food combining. Kayaknya kalau belum terbiasa bakal banyak cheating days-nya nih daripada food combining days. :p

Sekian sharing soal pengalaman pertama diet food combining saya. Rencananya diet ini bakal saya jalankan sebisanya (kalau bisa sih sampai mencapai berat badan ideal hehe). Mohon doanyaaaaaa (biar sukses ga cheating mulu).


No comments:

Post a Comment