Tuesday, January 15, 2013

Jalan-Jalan di Hari Sabtu: Pasar Senen

Selesai makan di Restoran Mbah Jingkrak, saya sebenarnya tidak langsung pulang. Saya menyempatkan diri untuk mampir di salah satu pasar barang bekas favorit saya yaitu Pasar Senen. Untuk mencapainya gampang saja, saya cukup naik kopaja P-20 dari depan Setiabudi One sampai ke terminal Senen.

Ada yang unik dari P-20 yang yang tumpangi pada hari Sabtu itu. Bentuknya bukan bus ekonomi super lama lagi tapi bus patas yang masih kinclong! Kalau tidak percaya, silakan intip hasil jepretan saya di bawah ini:

Setiap kursi ada bantalan empuknya, jendela juga dilengkapi gorden yang bagus.


 
Ada pegangan seperti pegangan di TransJakarta buat penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. Eh, kok ada penumpang yang duduknya miring begitu ga menghadap depan?


 

Oooo ternyata memang ada kursi yang posisinya menghadap ke samping toh.

Tarif P-20 patas ini jauh-dekat Rp5.000,00 ya.

Tak sampai setengah jam, saya pun tiba di Pasar Senen. Dan perburuan akan barang-barang branded bekas namun berkualitas (dan berharga murah) pun dimulai...

Sekitar 3 jam berburu, berikut potret barang-barang yang saya dapatkan:

Tas vintage PRADA. Sedikit ga yakin kalau ini asli karena logo di depannya sedikit aneh, A di tengah diganti buletan metal begitu (apa gara-gara model lama?). Tapi ini jahitannya super rapi loh ga ada cacatnya (sudah neliti berbagai sudut), zipper juga modelnya seperti zipper PRADA asli.


Shoulder bag Guy Laroche. Asliiiiiiiii. *abis gugling*


 Canvas bag Delane. Asli, ada yang jual bekas di e-bay model sama tapi warna beda dengan harga $38.

Berapa kocek yang saya keluarkan untuk membeli 3 tas tersebut? Rp75.000,00 saja untuk 3 tas hehe. Karena bisa dapat murah begini, kalau memang PRADA-nya ternyata palsu saya ga nyesel sama sekali, toh kualitasnya jauh lebih superior daripada tas KW yang dihargai goban (Rp50.000,00).

Tidak cuma tas, saya juga dapat berbagai macam baju:

White shirt (aquato IKKA) dan semi-transparant floral blazer (Fleaur D'Amour). Harga satuannya Rp10.000,00 saja. Kemeja putihnya oke tuh buat dipake pas sidang skripsi. :D


Kaos basic lengan panjang, penting nih buat jilbaber seperti saya. Kaos yang warna biru muda, silver gelap, dan silver muda merk-nya UNIQLO sedangkan yang hitam merknya Cinema Club. Kocek yang saya keluarkan untuk membeli empat kaos ini cuma Rp10.000,00 padahal kondisi barangnya masih bagus banget seperti baru!


Rok panjang unbranded buatan India. Harganya sedikit mahal, sudah nawar lama tetap Rp30.000,00. Berhubung saya kesengsem sama motifnya dan kondisi roknya juga masih mulus banget kayak baru, saya beli juga tuh akhirnya...

Jadi berapa total saya belanja di Pasar Senen? Rp75.000,00 + Rp20.000,00 + Rp10.000,00 + Rp30.000,00 = Rp135.000,00 untuk 3 tas, 1 kemeja, 1 blazer, 4 kaos, dan 1 rok panjang. Lumayan!

Bonus:
Raut wajah sumringah habis dapet barang bekas bagus...


Plis jangan hiraukan pipi yang menggembung, jangaaaaaaaaan!




Sunday, January 13, 2013

Jalan-jalan Santai di Hari Sabtu: Restoran Mbah Jingkrak

Penat dengan urusan skripsi yang tak kunjung selesai dan tertarik dengan salah satu ajakan senior CS, Sabtu kemarin (12/1) saya pun pergi makan siang di Restoran Mbah Jingkrak. Tadinya saya berniat untuk sekalian ikut ngumpul dengan senior CS tersebut, tapi ternyata begitu saya masuk ke restorannya, eh ga ketemu mbaknya :'(

Sebagai informasi, Restoran Mbah Jingkrak adalah sebuah restoran bernuansa Jawa yang menyediakan makanan khas dari Jawa Tengah. Uniknya, setiap menu yang ditawarkan, terutama menu daging memiliki nama yang berbau klenik seperti ayam grandong dan ayam rambut setan. Restoran ini sudah memiliki cabang di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Jogjakarta, dan Madiun.

Cabang yang saya kunjungi pada hari Sabtu adalah cabang Setiabudi. Terletak di Jl. Setiabudi Tengah no. 11 yang notabene masih satu daerah dengan kosan, sangat mudah bagi saya untuk mencapai restoran ini. Saya cukup naik taksi dari Pasar Festival dan mengeluarkan kocek 10ribu rupiah untuk sampai di tujuan. Yang mau berhemat bisa naik TransJakarta sampai di halte Kuningan Madya atau kopaja P-20 sampai di Wisma Bakrie 1 kemudian jalan sekitar 10 menit.

Dari depan, penampakan restorannya seperti ini:

 
Sumber: http://id.openrice.com/jakarta/restaurant/mbah-jingkrak/9442/ (saya tidak sempat memotret bagian depan restoran)

Anyway, karena sudah keburu masuk ke resto plus meneguk dua jenis free drink yang disediakan (beras kencur dan kunyit asem), akhirnya saya memutuskan untuk makan siang di restoran ini *meskipun sendirian* dan memesan makanan berikut:

1. Nasi Merah
2. Bakwan Sayur
3. Ayam Rambut Setan
4. Oseng Buncis
5. Sambal Terasi

Melihat jenis makanan di atas, sudah jelas kalau Sabtu ini saya tidak melakukan food combining (aka lagi cheating). Tadinya saya mau memesan salah satu es serut yang tertera di menu sebagai minumannya, tapi begitu ingat kalau makanan yang saya pesan sudah cukup banyak (rasanya ga sanggup kalau habis itu mesti melahap es), saya pun pesan minum teh tawar hangat saja untuk membantu menetralisir rasa pedas. Saya kemudian dipersilakan masuk ke ruangan makan khusus bagi orang-orang yang tidak merokok. Interior ruangan tersebut juga sangat kental akan nuansa Jawa, seperti yang terlihat dari foto berikut:

 Ada TV-nya! Wohoooo!


 Ups, ada replika lukisan Monalisa plus AC :p
 
Sekitar 5 menit menunggu, tak lama kemudian pesanan minuman saya pun datang. Dan saya cuma bisa terbengong menyaksikan penampakannya karena ukuran gelas yang digunakan super duper jumbo, hampir 3x gelas biasa. Saking syoknya saya sampai lupa mau motret gelasnya. *alesan*

Karena sebenarnya makanan yang ditawarkan restoran sudah jadi semua dan bahkan dipajang di bagian depan seperti prasmanan, tidak sampai 5 menit setelah minuman saya datang makanan yang saya pesan pun tiba:



Penampakan makanan yang saya pesan. Dari atas ke bawah, kiri ke kanan: bakwan sayur, ayam rambut setan, oseng-oseng buncis, nasi merah, sambel terasi.

Close-up ayam rambut setan:

Jujur saya bingung kenapa ayamnya dikasih nama ayam rambut setan. Rambut setannya mana? Sayang saya ga sempat menanyakan urusan penamaan ini kepada karyawannya. Soal rasa, satu kata: pedeeeeees. Apalagi kalau itu potongan cabe ikut dilahap. Tapi saya ga sampai jingkrak-jingkrak sih pas makannya. :p

Close-up sambal terasi:

Rasanya sedikit asin (terlalu banyak terasi mungkin?) dan teksturnya kasar (cabe memang sengaja tidak digerus sampai halus, suatu hal yang saya kurang sreg) sehingga saya tidak mengonsumsinya sampai habis.

Close-up bakwan sayur dan oseng buncis:


Ukuran bakwan sayurnya memang jumbo tapi saya kurang suka karena rasa asinnya entah kenapa tidak merata. Asin di bagian luar yang crisps, sedikit hambar di bagian tengah yang banyak tepungnya. Untuk oseng buncis saya suka sekali, rasa bumbunya pas di lidah. Cuma saya harus hati-hati makan buncisnya, takut salah makan cabe hijau yang dipotong dengan model irisan yang serupa...

Satu info tambahan yang pasti disambut suka cita oleh setiap mahasiswa kere seperti saya: krupuk di sini gratis!

Hasil jepretan tambahan:




Bukti keganasan seorang Riska:


Yak, terlepas dari kekurangan soal rasa yang saya rinci di bawah gambar close-up makanan, saya tetap bisa nggragas dalam mengonsumsinya. Hanya saja saya tidak sanggup menghabiskan nasi merahnya karena sudah terlalu kenyang.

Bagaimana dengan bill-nya? Termasuk murah atau mahal? Hmmm, berikut rincian harga makanan dan minuman yang saya beli:

1. Nasi Merah: Rp7.500,00
2. Bakwan Sayur: Rp8.000,00
3. Ayam Rambut Setan: Rp19.500,00
4. Oseng Buncis: Rp12.000,00
5. Sambal Terasi: Rp5.000,00
6. Teh Tawar Hangat: Rp6.000,00

Total harga semuanya ditambah pajak 10% adalah Rp63.800,00. Kalau dilihat satuan mungkin untuk ayam rambut setan dan oseng buncis sedikit overpriced dibanding yang lain, tapi saya pribadi sih tidak keberatan karena rasanya memang paling unik dan cukup enak. :D

Friday, January 11, 2013

Coba-coba Food Combining

http://www.alderbrooke.com/images/food-combining-chart-front.jpg  
Sumber: http://www.alderbrooke.com/chart.php

Iseng-iseng buka forum FemaleDaily, tiba-tiba saya menemukan sebuah thread  mengenai diet food combining. Karena aturannya cukup ringan, saya pun memberanikan diri untuk mengaplikasikannya pada hari Kamis (10/1). Mengingat hari itu saya tidak ada nafsu buat ngelayap sama teman-teman, seharusnya food combining saya berhasil ya. Tapi kenyataan yang terjadi malah sebaliknya, food combining saya hari pada hari pertama itu gagal total gara-gara saya langsung songong beli makanan tanpa meluangkan waktu untuk membaca thread-nya kembali, ngecek bener enggaknya jenis makanan yang saya beli *nangis darah*

Berikut rangkuman kesalahan yang saya perbuat di hari pertama... (banyak banget):

Kesalahan 1: Lemon, Bukan Jeruk Nipis. 1 Buah, bukan 1 Irisan

Dengan penuh semangat, setelah sholat Subuh saya langsung merebus air di rice cooker (maklum anak kosan, miskin dispenser dan termos) dan meres seiris jeruk nipis. Setelah air di rice cooker mendidih, langsung saya tuang air itu ke segelas air yang sudah terisi separuh dengan air dingin (biar jadi air anget maksudnya) plus perasan jeruk nipis. Rasanya.... wuih, asem tak terkira! Padahal saya cuma meres seiris aja, gimana kalau 1 buah langsung? Ternyata oh ternyata, yang bener malah 1 buah dear pembaca. Dan buah yang diperes harusnya lemon, bukan jeruk nipis. Ada sih praktisi baru yang pakai jeruk nipis, tapi ujung-ujungnya habis minum itu dia malah sakit perut. Saya juga sempet menyamakan, apalagi saat itu di kulkas adanya jeruk nipis saja. Untungnya saya tidak mengalaminya, mungkin karena saya juga tidak punya maag. Dan saya cuma meres seiris, bukan satu buah...

Poin Penting:
Meski sama-sama asam, jangan sekali-sekali menyamakan lemon dengan jeruk nipis, apalagi kalau menyangkut urusan diet. Bisa berabe dan malah bikin sakit. Kenapa? Karena meskipun lemon rasanya asam, sifatnya justru basa sehingga aman dikonsumsi perut bahkan dalam keadaan perut kosong (menetralkan asam lambung malah). Berbeda dengan jeruk nipis yang memang sifatnya asam.

P.S. Sore ini saya baru beli lemon di Farmer's Market Epiwalk. Harganya ga bersahabat buat mahasiswa, 5 biji 0.6 kg total harganya 49ribu. Bandingkan dengan jeruk nipis yang 1 kg harganya 20ribu. Mau sehat memang butuh modal ya. -_-"

Kesalahan 2: Harusnya Porsi Karbo = Porsi Protein Nabati = Porsi Sayuran
Kalap karena belum terbiasa dan perut juga sudah berbunyi, saya langsung ngeluyur keluar kos untuk beli sayur rebus di tempat pecel dan nasi uduk sekitar jam setengah tujuh pagi. Karena karbo seperti nasi uduk itu harusnya dibarengin sama protein nabati plus sayur, saya pun cuma pesen menu sampingan orek sama tahu semur. Eh Bapak penjualnya malah ngasih tambahan bakwan -_-" Saya juga ujung-ujungnya beli menu sampingan bihun gara-gara liat di bihunnya ada banyak potongan wortel plus sawi.

Kembali, karena males buka thread, saya pun langsung melahap makanan yang saya beli itu pada saat jarum jam masih menunjukkan jam 9 pagi. Dan ini jelas salah kaprah, karena aturan food combining bilang kalau makan makanan berat seperti itu harusnya saat jam 12 siang ke atas. :'(

Yang lebih nyesek, aturan food combining juga bilang kalau porsi karbo itu harusnya seimbang dengan porsi protein nabati dan sayuran. Di sini saya salah jauh lebih kaprah lagi, udah makan nasinya sampai separuh porsi, tahu sama orek cuma seiprit, sayurnya juga ga sampai setengah porsi dari nasi yang saya konsumsi. Terus juga bakwan sebenarnya masuk ke golongan karbo karena lebih banyak mengandung tepung daripada irisan sayuran. Bihun juga begitu, olahan dari tepung yang mengandung banyak karbo. Karena segolongan dengan nasi, sama-sama karbo, seharusnya bakwan dan bihunnya tidak ikut dikonsumsi, pilih salah satu saja. Bakwan ya bakwan saja. Nasi ya nasi saja. Bihun ya bihun saja. Jangan ketiga-tiganya, jadi kebanyakan karbo.

Kesalahan 3: Jangan Minum Susu, Apalagi Bukan yang Low Fat

Dari kecil saya suka sekali minum susu. Mama mengklaim bahwa saat saya masih balita, saya sanggup menghabiskan 8 kaleng besar susu dalam sebulan... Dan saya maunya cuma konsumsi susu yang harganya rada mahal saat itu, Sustagen (dasar anak ga tahu diri). Kesukaan saya ini terbawa sampai sekarang, dimana tiap kali saya punya uang makan lebih dan ingin minum minuman dingin saya pasti langsung pergi ke warung terdekat dan beli susu kotakan yang didinginkan di kulkas. Susu favorit saya adalah UltraMilk Strawberry, dan susu itulah yang saya beli serta konsumsi pada Kamis sore saat saya mulai merasa lapar.

Dan ternyata... Setelah buka-buka thread lagi... food combining itu ga mengenal susu ya. Atau dengan kata lain, kalau sedang diet food combining, mending hindari minum susu. Selain kalorinya tinggi (susu yang saya minum kan bukan susu low fat), jam minumnya pun susah mengaturnya.
 
Poin Penting:
Daripada susu, kalau mau sekalian diet mending konsumsi yoghurt plain di pagi hari sekitar sejam setelah mengonsumsi sarapan buah.

Sekilas kalau menyimak kesalahan yang saya di atas, diet food combining terasa menyiksa ya. Tapi sebenernya enggak, karena di food combining kita malah masih bisa makan sate atau steak asal pintar mengatur menu padanan dan jam makannya. Berikut aturan dasar diet food combining yang saya caplok dari FemaleDaily:

Bangun pagi: Minum segelas air hangat yang dicampur perasan lemon satu buah.
04.00 - 12.00: Sarapan dengan buah, disarankan buah yang berair seperti melon, buah naga, atau semangka. Konsumsi jenis buah yang berbeda tidak boleh dilakukan berbarengan, harus bertahap. Beri jeda sekitar satu jam dalam menyantap tiap jenis buah. Contoh: mau konsumsi melon dan semangka saat sarapan, maka konsumsi melon pada jam seperti jam 8, beri jeda sejam, lalu lahap semangka pada jam 9. Urutan konsumsinya bisa ditukar karena toh melon dan semangka sama-sama masuk kategori buah berair.
12.00 - 20.00: Makan siang dan makan malam, kombinasinya yang serasi adalah:
Karbo (nasi, mi, kentang, jagung, lontong, dll -- pilih salah satu) + Protein Nabati (tahu, tempe) + Sayur (sayur mentah, sayur rebus, sop, tumis sayur, dll)
atau
Protein Hewani (daging, ayam, telur -- pilih salah satu) + Sayur (sayur mentah, sayur rebus, sop, tumis sayur, dll)
Beri jarak 4 jam antara jam konsumsi karbo dengan jam konsumsi protein hewani.
20.00 - 04.00: Stop makan apapun.
Perbanyak minum air putih.
Tidak disarankan mencampur sayur dengan buah.
Tomat dan alpukat termasuk sayur, bukan buah.
Hindari ngemil.

Ini nih yang Seru:
Dalam penerapan diet food combining, ada istilah cheating days, yaitu hari di mana kita boleh bebas makan apa saja asal tidak berlebihan. Durasinya sekitar 2 hari dalam seminggu, selepas itu untuk menjaga berat badan kita harus kembali melakukan food combining. Kayaknya kalau belum terbiasa bakal banyak cheating days-nya nih daripada food combining days. :p

Sekian sharing soal pengalaman pertama diet food combining saya. Rencananya diet ini bakal saya jalankan sebisanya (kalau bisa sih sampai mencapai berat badan ideal hehe). Mohon doanyaaaaaa (biar sukses ga cheating mulu).